English French German Indonesian Japanese Spanish

       

Follow Us

   
1032544
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
400
1587
1987
1011341
23490
38614
1032544

Your IP: 107.22.6.52
Server Time: 2017-08-21 08:06:31

Perekonomian Indonesia rapuh. Pertumbuhan ekonomi selama ini yang dibangga-banggakan semu semata. Indonesia  harus siap untuk menghadapi kondisi ekonomi global tanpa adanya program stimulus moneter karena Bank Sentral Amerika, Federal Reserve (The Fed), akan menarik stimulus itu tahun depan.

Menteri Keuangan M Chatib Basri mengungkapkan kembali normalnya ekonomi dunia tanpa program stimulus menjadikan Indonesia masuk lima besar negara yang dikategorikan ekonomi rentan. "Sebab, selama 4 tahun, kita hidup di dunia yang dibantu oleh quantitative easing. Sebenarnya, kalau kita bicara dengan dunia yang normal adalah dunia tanpa quantitative easing," tuturnya, Rabu (27/11). Para investor tak lagi melihat Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik lantaran neraca transaksi berjalan mengalami defisit tinggi. Arus barang impor jauh lebih besar ketimbang ekspor Indonesia. Kondisi ini diperparah dengan jatuhnya harga komoditas andalan ekpor Indonesia. Sehingga semakin sulit Indonesia mengurangi defisit neraca ekspor dan impor.

"Tekanan itu muncul di neraca perdagangan," kata Chatib. Namun pemerintah tak tinggal diam. Menurut Chatib, agar neraca perdagangan membaik caranya dengan menurunkan permintaan impor. Kemudian meningkatkan kapasitas produksi untuk menggenjot ekspor produk nonkomoditas. Meskipun untuk meningkatkan kapasitas produksi membutuhkan waktu lama. Karena itu Chatib juga akan mengatasi defisit transaksi berjalan dari sisi pengetatan kebijakan fiskal. Bahkan Chatib mengaku optimistis untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 akan mengalami defisit sekitar 1,6 persen lebih rendah dari tahun lalu yaitu sekitar 2,4 persen. "Kita tidak bisa punya pertumbuhaan ekonomi yang terlalu tinggi untuk tahun 2013 dan tahun 2014. Kenapa? karena ini by design harus dibuat dalam stabilisasi ekonomi dan angka pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah berada pada level di atas 5 persen," kata Chatib. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menjelaskan pemerintah harus memiliki antisipasi terkait dicabutnya stimulus moneter oleh Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi tersebut nantinya akan berpengaruh kepada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Apalagi saat ini kondisi ekonomi Indonesia sedang mengalami defisit di transaksi berjalan.

Jika defisit terjadi di transaksi berjalan, artinya perekonomian Indonesia dibiayai oleh para Investor. Menurut Agus, para investor tersebut bukan spekulan tetapi karena mereka menjadi kreditur Indonesia. "Jadi kita mesti hati-hati karena sekarang ini mood-nya bagi negara berkembang terjadi capital outflow dan suasana Indonesia sedang dalam defisit transaksi berjalan," kata Agus. Maka dari itu, Agus menilai Indonesia harus mengendalikan impor yang bukan menjadi prioritas. Tujuan pengendalikan impor itu agar keuangan negara menjadi surplus karena saat ini fokus pemerintah lebih kepada pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut dan Indonesia ingin mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan berkualitas. "Agar Indonesia tidak seperti pertumbuhan ekonomi di negara lain. Hari ini tinggi besoknya jatuh. Kita tidak ingin seperti itu," kata Agus.

Isyarat penghentian stimulus The Fed makin kentara. Dalam beberapa kesempatan Gubernur The Fed Ben Bernanke mengatakan akan mengevaluasi kebijakan pelonggaran moneter seiring membaiknya perekonomian Amerika. Stimulus akan dikurangi secara bertahap mulai awal 2014, kemudian dievaluasi setiap kuartal, sebelum benar-benar dihentikan pada pertengahan 2014. Bernanke mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang cukup moderat telah memulihkan pasar tenaga kerja dari kisaran 8 persen ke 7,9 persen. Setelah menghentikan stimulus, diharapkan pengangguran telah mencapai 7,6 persen. Seperti diketahui, program the Fed untuk membeli obligasi senilai US$ 85 miliar per bulan sejak September 2012 telah mendorong arus likuiditas di pasar global.

магазин DVD фильмов
Battlefield 4 Beta обзоры, тесты, новости